INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Pertengahan Tahun, INFIS Fokus Memulai DocuCamp

Home / News & Update  / Pertengahan Tahun, INFIS Fokus Memulai DocuCamp

Indonesia Nature Film Society (INFIS) untuk pertama kalinya menyelenggarakan program pelatihan pembuatan dokumenter selama delapan hari di Bogor dan Cianjur. Pelatihan dengan nama DocuCamp ini sukses terlaksana pada Senin (10/7) dengan diikuti 9 orang peserta, yaitu pemuda adat yang berasal dari Aceh, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lombok Utara, Tano Batak, Sulawesi Utara dan Riau.

Program yang dimentori langsung oleh ke-6 pendiri INFIS ini mengemas materi pelatihan dengan konsentrasi mengenai film dokumenter mulai dari pengenalan, sejarah, wawancara narasumber, proses produksi hingga spesifik mengenai teknik pengambilan gambar. Peserta juga diajak menggali lebih dalam dan mengevaluasi isu-isu terkait sumber daya alam untuk menentukan cerita kemudian menyampaikannya dalam bentuk audio visual.

“Ketika dokumenter dipandang sebagai ruang belajar, berarti kita harus selalu ingin belajar” kata Jhontoni Tarihorang selaku ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara(BPAN).

Tidak hanya di Bogor, peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung pembuatan film dokumenter selama berada di Kampung Sarongge, Cianjur. Setiap peserta yang dibagi menjadi 4 grup harus membuat konten kreatif, membangun cerita hingga proses produksi dan editing. Di hari terakhir DocuCamp, setiap grup  juga mempresentasikan karyanya kepada seluruh tim INFIS dan mendapatkan evaluasi hasil akhir.

“Sebelum kami bergabung, kami telah membekali pengetahuan tentang produksi film dokumenter. Kami pikir pengetahuan Kami sudah cukup, ternyata banyak wawasan yang baru saya dapat selama pelatihan ini.” ungkap Kalfein Wuisan, peserta asal Wuwuk, Minahasa-Sulawesi Utara.

DocuCamp menjadi wadah untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia, menuangkan kreatifitas, mengasah pengetahuan dan menyuarakan perubahan melalui pembuatan film dokumenter. DocuCamp pertama ini juga berkolaborasi dengan ‘Siapa Lagi Kalau Bukan Kita’ dan Barisan Pemuda adat Nusantara (BPAN), Tri Handkerchief dan USAID LESTARI.

No Comments
Post a Comment