INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Konferensi Remaja Internasional Peduli Lingkungan, GIN Kalimantan 2016

Home / News & Update  / Konferensi Remaja Internasional Peduli Lingkungan, GIN Kalimantan 2016

Palangkaraya, September 2016 – Untuk pertama kalinya Indonesia Nature Film Society (INFIS) dengan didukung oleh USAID Lestari turut berpartisipasi dalam konferensi remaja Global Issues Network (GIN) 2016 yang diselenggarakan oleh Sekolah Bina Cita Utama (BCU) dan Borneo Nature Foundation (BNF) di Kalimantan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 16 s.d. 18 September ini melibatkan 100 siswa Palangkaraya bersama lebih dari 100 remaja dari Jakarta, Bali, Korea, Singapura, dan Australia dengan rentang usia 12 s.d. 17 tahun untuk berkolaborasi dan mendapatkan pengetahuan dari pemateri-pemateri muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kota Palangkaraya dipilih sebagai lokasi yang ideal untuk acara ini dengan jaringan LSM yang luas, kemudahan akses untuk para peserta internasional, identitas budaya yang kuat dengan hutan disekitarnya yang kaya dengan keragaman hayati. Hal ini membuka kesempatan untuk belajar dan berkolaborasi, sehingga semua yang terlibat bisa bersama-sama bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Konferensi yang berlangsung selama 3 hari tersebut bertujuan untuk menggugah semangat dan inspirasi peserta agar dapat menemukan solusi praktis atas isu-isu yang terjadi di lingkungan mereka. Melalui rangkaian lokakarya jelajah hutan, dan pengenalan budaya Dayak ini, peserta diajak untuk turut terlibat aktif dalam berbagai topik diskusi terkait daur ulang, hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, perlindungan kelautan, konservasi satwa liar, dan ketahanan pangan. Lokakarya interaktif ini juga melibatkan organisasi dan komunitas lokal Palangkaraya seperti, Borneo Nature Foundation, Borneo Production International, Yayasan Permakultur Kalimantan, Ranu Welum Media, Earth Hour Palangka Raya, dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Tidak ketinggalan LSM ataupun media nasional dan internasional seperti Mongabay Indonesia dan Wildlife Asia turut berbagi pengetahuan dalam acara tersebut. Selain kegiatan lokakarya para peserta bisa menikmati pameran foto yang menampilkan keindahan flora dan fauna Kalimantan yang unik karya fotografer profesional dari Indonesia dan luar negeri yang diakui secara internasional. Instalasi foto yang ditampilkan di luar ruangan diharapkan bisa membangun hubungan pribadi antara peserta dengan hutan. Diharapkan kegiatan ini bisa melahirkan komitmen dari para peserta untuk bertindak, menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama konferensi di sekolah mereka.

Robi Supriyanto vokalis Navicula yang baru saja terpilih sebagai Asia Youth Leader 2016 menjadi tamu khusus yang diundang untuk menghibur para peserta di malam puncak penutupan acara dengam membawakan lagu Rimba. Selain Robi, hadir juga koki tersohor Rahung Nasution untuk berbagi pengetahuan mengenai ketahanan pangan dan Jemi Delvian, vokalis grup band Hutan Tropis yang juga anggota Tim Restorasi Gambut Sumatera Selatan. Jemi saat ini tengah berjuang untuk melakukan aksi penyelamatan gambut di Sumsel dengan mengangkat sisi budaya peninggalan kerajaan Sriwijaya dalam mengelola gambut secara lestari. Dua film tentang gambut, potensi ikan, dan orangutan produksi INFIS bersama USAID Lestari lanskap Katingan Kahayan turut diputar dihadapan 300 orang peserta untuk meramaikan acara hiburan musik malam itu.***

No Comments
Post a Comment