INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

 

Berita Terkini

Selain di Universitas Gajah Mada (UGM), Indonesia Nature Film Society (INFIS), ‘Siapa Lagi Kalau Bukan Kita’, Mongabay Indonesia dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) juga mengadakan roadshow pemutaran film dokumenter & diskusi. Sallombengan Seko, O’Hangana Manyana, Penjaga Hutan Bumi Jargaria dan Dari Para Leluhur merupakan 4 dari 16 rangkaian film dokumenter yang diputar pada 6-9 September 2017 di Uwong Coffee, Yogyakarta.Film dokumenter yang menceritakan tentang Masyarakat Adat yang tidak diakui keberadaannya dan terus berjuang dalam mempertahankan wilayah adatnya. Cerita film-film...

Setelah sukses melakukan pemutaran perdana film Sallombengan Seko di Palopo pada bulan Agustus lalu, INFIS kembali melakukan rangkaian pemutaran film & diskusi tentang perjuangan masyarakat adat atas haknya. Kali ini lokasi yang dipilih dalam roadshow “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita” adalah Yogyakarta. Pada kegiatan ini, empat film diputar di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada pada Jumat sore (8/9). Keempat film yang diputar adalah Sallombengan Seko, Dari Para Leluhur, Penjaga Hutan Bumi Jargaria dan Harapan.Acara yang dilakukan atas kolaborasi...

Oleh Elsia Yuanti Tepat pada peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional, pemutaran sekaligus diskusi film  ‘Sallombengan Seko’ diselenggarakan di gedung aula serbaguna IAIN, Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (9/8) malam.Kegiatan hasil kerjasama Indonesia Nature Film Society (INFIS) dengan ‘Siapa Lagi Kalau Bukan Kita’, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Perkumpulan Wallacea dan BEM IAIN Palopo ini ramai dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa universitas di Palopo. Tak hanya itu, penampilan grup akustik IAIN dan lagu ‘Bumi Bukan Hanya Hari Ini’ juga menjadi pembuka acara....

Indonesia Nature Film Society (INFIS) untuk pertama kalinya menyelenggarakan program pelatihan pembuatan dokumenter selama delapan hari di Bogor dan Cianjur. Pelatihan dengan nama DocuCamp ini sukses terlaksana pada Senin (10/7) dengan diikuti 9 orang peserta, yaitu pemuda adat yang berasal dari Aceh, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lombok Utara, Tano Batak, Sulawesi Utara dan Riau.Program yang dimentori langsung oleh ke-6 pendiri INFIS ini mengemas materi pelatihan dengan konsentrasi mengenai film dokumenter mulai dari pengenalan, sejarah, wawancara narasumber, proses produksi...