INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

 

Berita Terkini

Oleh : Een Irawan Putra Walaupun kondisi jalan dari Kampung Hoyane ke Kampung Pokapaang penuh lumpur dan licin karena memasuki musim hujan, beberapa bulan lalu kaum perempuan dari Hoyane tidak surut semangatnya untuk bergabung dengan kaum perempuan dari Pohoneang, Malino, Harana’, Pasangkalua’ dan Pokapaang. Dengan membawa serta anak-anaknya dan berbagai peralatan masak dan peralatan menginap mereka menerobos jalanan yang berlumpur. Butuh waktu sekitar  dua jam berjalan kaki untuk tiba di Pokapaang. Lebih dari 400 perempuan menduduki Puriliang, salah satu titik survey geologi...

Ditulis oleh: Een Irawan Putra Sambil duduk di pondoknya dan memandang aktivitas masyarakat Ambalong yang sedang panen padi, R. Kondo Lada’ menyampaikan bahwa inilah lumbung pangan seluruh Masyarakat Adat Ambalong. Puluhan tahun yang lalu, sebelum kawasan Sae dibuka untuk persawahan, masyarakat Ambalong harus membeli beras ataupun meminta beras kepada keluarga mereka di Seko Padang. “Saat itu ladang kami belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras kami. Setelah kami buka kembali tanah di Sae dan sekitarnya yang merupakan warisan orang tua kami, kami...

Oleh: Een Irawan Putra Mengapa kampung yang indah ini disembunyikan? Mungkin itulah pertanyaan yang akan muncul ketika kita melakukan perjalanan ke Seko. Perjalanan dari Masamba akan diawali dengan menyusuri sungai besar yaitu sungai Rongkong yang airnya masih sangat jernih yang membelah perbukitan. Selain sungai Rongkong, kita juga melihat aliran sungai Salulengko dan sungai Kakea’. Menikmati dari atas bukit keberadaan kampung-kampung di sebuah lembah yang dikelilingi hamparan sawah yang menguning. Juga melihat bentangan hutan-hutan tropis dataran tinggi yang masih kokoh berdiri. Apalagi...

Oleh: Een Irawan Putra Sore itu pada hari Rabu (24/05), Hairudin mengambil motornya yang ia antar ke bengkel pada pagi harinya. Ia tidak menyangka total biaya perbaikannya mencapai Rp 1,2 juta. “Ternyata harus turun mesin dan ganti beberapa komponen yang ada didalam mesin” katanya. Hairudin dan dua temannya Muhyuddin Ta’deka dan Ikbal adalah pemuda Seko yang akan mengantarkan perjalanan kami menuju Seko. Perjumpaan dengan Muhyuddin dan Ikbal menjadi kenangan tersendiri karena mereka menyampaikan bahwa akhirnya menemui orang yang telah memotret mereka...