INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Pelatihan Pembuatan Film Dokumenter untuk Generasi Muda

Home / News & Update  / Pelatihan Pembuatan Film Dokumenter untuk Generasi Muda

Setelah sukses menyelenggarakan DocuCamp di tahun 2017, Yayasan Rekam Nusantara/Indonesia Nature Film Society (INFIS) kembali menggelar DocuCamp 2018 yang dilaksanakan di Bogor dan Cianjur pada 3-10 September 2018. Program pelatihan pembuatan film dokumenter ini diikuti oleh 7 orang peserta yang berasal dari Lampung, Siberut, Bogor, Kupang, Jayapura, dan Sorong.

Yang berbeda dari DocuCamp 2018 adalah kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya generasi muda yang tertarik dan ingin mengasah kemampuan membuat karya audio visual. Peserta yang terpilih telah melalui tahapan seleksi; setiap peserta wajib mengirimkan curriculum vitae dan essay tentang pendapatnya mengenai video dokumenter. Mereka juga harus menceritakan apa yang akan dilakukan setelah mengikuti DocuCamp.

Untuk materi pelatihan DocuCamp sendiri meliputi teori di kelas dan praktik di lapangan mulai dari pengenalan, menggali ide, wawancara, pengambilan gambar proses editing. Peserta dimentori oleh 6 orang pendiri INFIS dan dibuka oleh Direktur Eksekutif INFIS, Een Irawan Putra dengan penyampaian materi pengenalan dan sejarah Yayasan Rekam Nusantara.

Selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman mengenai isu-isu hutan, satwa, laut dan perikanan dalam perspektif dokumenter yang disampaikan oleh Yokyok ‘Yoki’ Hadiprakarsa dan Irfan Yulianto. Secara intensif, peserta dilatih oleh Wahyu Mulyono untuk menentukan ide; menyusun premis; mengumpulkan data dan informasi; teknik pengambilan gambar, dan wawancara, serta mempraktekkan langsung proses pembuatan film dokumenter dengan mengambil lokasi di Sarongge, Cianjur. During

Sebelum proses pengambilan gambar dan wawancara, peserta juga diberikan penjelasan mengenai target sasaran dari film yang akan dibuat. Seperti “Pentingnya untuk memetakan aktor kunci dan membangun pesan kunci yang selalu diingat agar isu konservasi mendapatkan perhatian”, ujar Ridzki R. Sigit, salah satu mentor. Masih dalam dalam sesi berbagi, Nanang Sujana pun memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara aktif. Dan ia menyampaikan “Film dokumenter ini proses panjang dan belajar terus menerus. Jadi, berusahalah konsisten dan menjaga kualitas”.

Setelah mendapatkan materi teori, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Lalu mereka diberi kesempatan untuk mempraktikan setiap materi yang didapatkan dari mentor dengan mengambil ide cerita yaitu kopi, ternak domba, dan sayur organik. Dari setiap hasil pengambilan gambar direview kembali dan didiskusikan guna mendapatkan perbaikan sehingga gambar-gambar yang telah terkumpul layak digunakan. Kemudian, peserta dilatih editing selama dua hari di kantor INFIS, Bogor. Dan hasil dari film-film pendek peserta pun diputar dan dipresentasikan dihadapan para mentor dan seluruh staf INFIS.

No Comments
Post a Comment