INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Pemutaran Film dan Diskusi “Manusia dan Konservasi” di Anggarasaka 2018

Home / News & Update  / Pemutaran Film dan Diskusi “Manusia dan Konservasi” di Anggarasaka 2018

Anggarasaka 2018 merupakan agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Biologi Nymphaea Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berlangsung di Bandung Creative Hub, Bandung, pada 1-2 September 2018. Acara bertema “Manusia dan Konservasi” ini ditujukan sebagai wadah pembelajaran, sekaligus pertukaran informasi antarpihak, mulai dari mahasiswa, organisasi, media, maupun masyarakat umum.

Selama dua hari, Indonesia Nature Film Society (INFIS) – salah satu unit produksi Yayasan Rekam Nusantara, juga ikut terlibat dalam kegiatan pameran foto, pemutaran film dan diskusi. Kali ini “King of Krakatoa”, “Call from Majestic Bird”, “Dari Para Leluhur”, “Penjaga Hutan Bumi Jargaria”, dan “Harapan” menjadi daftar film yang diputar di hari pertama, yang terbagi dalam dua sesi putar mulai pukul 18.30 WIB. Sebagai pemantik, lagu “Bumi Bukan Hanya Hari Ini” dan “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita” ikut diputar di setiap sesi sebagai refleksi kondisi alam saat ini. Rifky selaku Production Manager INFIS, turut hadir mengisi mini diskusi selama kegiatan ini berlangsung.

Pada hari kedua, pemutaran film dan diskusi pun digelar mulai pukul 13.00 WIB. Dalam kesempatan ini “Ocean and Us” sebagai salah satu karya independen INFIS tahun 2016, ikut diputar.

Dengan tema “Teknologi, Seni dan Budaya untuk Biodiversitas Indonesia”, diskusi dihadiri oleh Ocean Protection Senior Manager The Nature Conservancy (TNC) Glaudy Perdanahardja dan Marine Species Conservation World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Dwi Suprapti sebagai pembicara di sesi pertama. Kemudian Executive Director Rekam Nusantara Een Irawan Putra dan Chief Marketing Officer (CMO) ethical fashion Pijak Bumi, Sandy Adithia, hadir sebagai pembicara pada sesi kedua.

Mewakili Yayasan Rekam Nusantara, Een menyampaikan bahwa penting untuk kita ketahui di mana negeri ini sungguh kaya akan alam, budaya maupun nilai-nilai kearifan lokal di dalamnya. Namun di sisi lain, perlu upaya dan tindaklanjut para pihak, terutama pemerintah yang memiliki mandat dan regulasi dalam mengelola suatu kawasan. Inilah saatnya untuk kita terus bergerak maju, bersinergi dan tentu meyakini bahwa kita patut menjadi tuan di negeri sendiri

No Comments
Post a Comment