INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

#SobatHiuPari: Kampanye Digital Tentang Perlindungan Hiu dan Pari

Home / News & Update  / #SobatHiuPari: Kampanye Digital Tentang Perlindungan Hiu dan Pari

Ketika mendengar kata hiu dan pari, hal pertama yang muncul di benak kita kemungkinan besar adalah pemangsa, atau dekat dengan hal-hal yang besar dan mengerikan. Meskipun demikian, hiu dan pari telah dimanfaatkan sejak berabad-abad yang lalu di Indonesia. Contohnya, nelayan skala kecil di Sulawesi Tenggara yang menggunakan pancing bambu.

Hiu dan pari merupakan kerabat dekat dalam keluarga ikan-ikan bertulang lunak; Elasmobranchii. Dari sekitar 1.250 hiu dan pari, 218 spesies diantaranya terdapat di Indonesia dan lebih dari 80 jenis yang tertangkap, serta 26 jenis didalamnya bernilai ekonomi tinggi. Sayang, beberapa sub-spesies hiu dan pari terancam punah, bahkan sudah masuk dalam Appendix I dan II CITES (Konvensi tentang Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar), serta daftar merah IUCN (Uni-Internasional untuk Konservasi Alam). Hal tersebut disebabkan oleh eksploitasi berlebih, kerusakan habitat, dan perubahan iklim global. Permintaan pasar terutama di Asia, adalah ancaman terbesar bagi keberlangsungan hiu dan pari.

Oleh karena itu, sebagai negara dengan populasi hiu dan pari yang cukup tinggi, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP) dan Yayasan Rekam Nusantara membidangi lahirnya sebuah kampanye edukasi, untuk menyuarakan perlindungan hiu dan pari. Dengan tagar #SobatHiuPari, situs web digunakan sebagai salah satu medium kampanye, untuk mengajak masyarakat secara luas. Terlebih di era digital, masyarakat cenderung mengakses internet untuk mendapatkan informasi, sekaligus sarana hiburan; melepas penat. Untuk itu, situs web bernama hiupari.info sengaja digarap dengan desain yang atraktif dan bahasa yang ringan agar lebih mudah diterima.

Suasana launching event hiupari.info di Goethe Institut – Jakarta.

Peluncuran kampanye #SobatHiuPari diadakan secara terbuka, pada hari Minggu (25/02) di GoetheHaus, Jakarta Pusat. Turut hadir pula sejumlah komunitas, pelajar, mahasiswa, serta organisasi yang bergerak, bahkan tertarik menggeluti bidang lingkungan, khususnya konservasi hiu dan pari. Adapun pembicara yang hadir adalah Setiono, Kepala Seksi Pelestarian Jenis Ikan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Ditjen PRL KKP; Ahmad Mukharror “Gharonk”, Instruktur Selam Spesialis Konservasi Hiu; Efin Muttaqin, Sharks and Rays Coordinator, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP); dan Elsia Yuanti, Manajer Komunikasi Yayasan Rekam Nusantara.

Kampanye ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pentingnya kesadaran masyarakat, baik untuk mengurangi, ataupun mencegah terjadinya eksploitasi hiu dan pari secara berlebih, serta menyebarluaskan informasi terkait kondisi aktual, dan upaya pengelolaan hiu dan pari secara berkelanjutan. Kesadaran inilah yang pada akhirnya, mampu menggiring seluruh kalangan masyarakat, mulai dari konsumen, nelayan, eksportir, pengusaha, maupun pemerintah lokal dan pusat, untuk mengkampanyekan perlindungan hiu dan pari. Pun hal ini selanjutnya akan berdampak pada ketahanan pangan manusia. Mengingat hiu adalah pemangsa teratas dalam rantai makanan di laut, ia berfungsi mengontrol rantai makanan dan memakan ikan-ikan yang lemah, sehingga penurunan populasi hiu berdampak signifikan pada keutuhan ekosistem laut. Sejalan dengan pari, upaya perlindungan spesies-spesies prioritas pun diharapkan akan mempengaruhi pemanfaatan sektor perikanan, dan potensi wisata secara tepat guna.

Sumber: www.hiupari.info

1 Comment
Post a Comment