INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

INFIS Tag

Home / Posts tagged "INFIS"

Setelah sukses melakukan pemutaran perdana film Sallombengan Seko di Palopo pada bulan Agustus lalu, INFIS kembali melakukan rangkaian pemutaran film & diskusi tentang perjuangan masyarakat adat atas haknya. Kali ini lokasi yang dipilih dalam roadshow “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita” adalah Yogyakarta. Pada kegiatan ini, empat film diputar di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada pada Jumat sore (8/9). Keempat film yang diputar adalah Sallombengan Seko, Dari Para Leluhur, Penjaga Hutan Bumi Jargaria dan Harapan. Acara yang dilakukan atas kolaborasi...

Oleh: Een Irawan Putra Awal tahun 1999 salah satu pemuda dari Seko Padang yaitu Mahir Takaka bersama beberapa teman dari Yayasan Bumi Sarewigading (YBS Palopo) mencoba melakukan pendampingan masyarakat adat Seko. Pendampingan dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang hak-hak wilayah adat Seko, upaya perlindungan hukum dan pengakuan hak-hak masyarakat adat Seko oleh pemerintah. Dari diskusi itulah akhirnya dilakukan pemetaan wilayah adat secara partisipatif dan inisiatif membentuk Dewan Pemangku Adat Salombengan Seko (DEPASS). Utusan dari sembilan wilayah adat Seko sepakat dengan berdirinya DEPASS...

Oleh : Een Irawan Putra Walaupun kondisi jalan dari Kampung Hoyane ke Kampung Pokapaang penuh lumpur dan licin karena memasuki musim hujan, beberapa bulan lalu kaum perempuan dari Hoyane tidak surut semangatnya untuk bergabung dengan kaum perempuan dari Pohoneang, Malino, Harana’, Pasangkalua’ dan Pokapaang. Dengan membawa serta anak-anaknya dan berbagai peralatan masak dan peralatan menginap mereka menerobos jalanan yang berlumpur. Butuh waktu sekitar  dua jam berjalan kaki untuk tiba di Pokapaang. Lebih dari 400 perempuan menduduki Puriliang, salah satu titik survey geologi...

Ditulis oleh: Een Irawan Putra Sambil duduk di pondoknya dan memandang aktivitas masyarakat Ambalong yang sedang panen padi, R. Kondo Lada’ menyampaikan bahwa inilah lumbung pangan seluruh Masyarakat Adat Ambalong. Puluhan tahun yang lalu, sebelum kawasan Sae dibuka untuk persawahan, masyarakat Ambalong harus membeli beras ataupun meminta beras kepada keluarga mereka di Seko Padang. “Saat itu ladang kami belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras kami. Setelah kami buka kembali tanah di Sae dan sekitarnya yang merupakan warisan orang tua kami, kami...

Oleh: Een Irawan Putra Mengapa kampung yang indah ini disembunyikan? Mungkin itulah pertanyaan yang akan muncul ketika kita melakukan perjalanan ke Seko. Perjalanan dari Masamba akan diawali dengan menyusuri sungai besar yaitu sungai Rongkong yang airnya masih sangat jernih yang membelah perbukitan. Selain sungai Rongkong, kita juga melihat aliran sungai Salulengko dan sungai Kakea’. Menikmati dari atas bukit keberadaan kampung-kampung di sebuah lembah yang dikelilingi hamparan sawah yang menguning. Juga melihat bentangan hutan-hutan tropis dataran tinggi yang masih kokoh berdiri. Apalagi...

Oleh: Een Irawan Putra Sore itu pada hari Rabu (24/05), Hairudin mengambil motornya yang ia antar ke bengkel pada pagi harinya. Ia tidak menyangka total biaya perbaikannya mencapai Rp 1,2 juta. “Ternyata harus turun mesin dan ganti beberapa komponen yang ada didalam mesin” katanya. Hairudin dan dua temannya Muhyuddin Ta’deka dan Ikbal adalah pemuda Seko yang akan mengantarkan perjalanan kami menuju Seko. Perjumpaan dengan Muhyuddin dan Ikbal menjadi kenangan tersendiri karena mereka menyampaikan bahwa akhirnya menemui orang yang telah memotret mereka...

Oleh : Een Irawan Putra Pada masa pemberontakan DI/TII persawahan di Sae di Wilayah Adat Ambalong ini ditinggalkan seiring dengan mengungsinya masyarakat Ambalong akibat adanya perang antara pasukan Kahar Muzakar dengan pasukan TNI. Mereka kembali ke kampung setelah perang selesai dan DI/TII dibubarkan. Mereka kembali membuka sawah di Sae sekitar akhir tahun 90-an karena masyarakat adat Ambalong kekurangan beras. Sebelumnya mereka terpaksa membeli beras di Seko Padang untuk memenuhi kebutuhan berasnya. "Saya pernah ikut mobilnya Ginanjar Manager PT Seko Power Prima menyusuri...

Tahun ini, Siapa Lagi Kalau Bukan Kita kembali mengadakan pemutaran beberapa film dokumenter dan sesi diskusi. Penjaga Pulau Jagaria, Patani, Pulau Yang Terbebas Dari Kelapa Sawit, Semunying, Dari Para Leluhur, dan O’Hangana Manyawa adalah rangkaian film yang diputar pada Jumat (5/5). Bertempat di Aula Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Ambon, acara dimulai sekitar pukul 11.00 WIT. Diskusi yang dimoderatori oleh Sam Difinubun dari Perkumpulan Kaoem Telapak juga dihadiri oleh Jacky Manuputty, salah satu tokoh di film dokumenter “Penjaga Pulau Jagaria”. Salah satu...

Kartini, sosok Ibu dan perempuan tangguh yang terus menginspirasi hingga kini. Semangat Kartini dalam membela hak-hak kaum perempuan selalu diperingati dalam serangkaian acara seremonial, mulai dari lembaga pendidikan, intansi pemerintahan, swasta hingga organisasi non pemerintahan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengapresiasi semangat dan kemandrian Kartini, tidak melulu dengan mengenakan busana daerah atau pun melaukan iringan pawai. Hal terpenting adalah bagaimana cara untuk memaknai dan mengadopsinya kedalam kehidupan sehari-hari, dalam lingkungan keluaraga dan juga lingkungan kerja. Berbicara mengenai pemaknaan dan kemandirian...

Hari Air Sedunia 2017 yang jatuh pada hari Rabu (22/3) mengusung tema Wastewater (air limbah). Tema ini diusung untuk menarik perhatian masyarakat dunia terhadap air limbah. Menurut Worldwaterday.org, air limbah yang dihasilkan oleh masyarakat tidak diolah terlebih dahulu sehingga kembali ke alam tanpa melalui proses penanganan yang benar. Hal ini cukup beralasan. Pertama, masih terdapat sekitar 80% air limbah mengalir begitu saja ke sungai, laut dan ke tempat yang lain tanpa melalui proses pengolahan. Padahal, diwaktu yang sama, ketersediaan air...