INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Jokowi Menebus Janji, AMAN dan Masyarakat Adat Kunjungi Istana Merdeka

Home / News & Update  / Jokowi Menebus Janji, AMAN dan Masyarakat Adat Kunjungi Istana Merdeka

Presiden Joko Widodo memenuhi janjinya untuk mengundang Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan perwakilan masyarakat adat di Indonesia untuk menyampaikan hasil Kongres Masyarakat Adat Nusantara V (KMANV) di Istana Merdeka. Jadwal pertemuan ini dilakukan tiga hari lebih cepat dari yang dijanjikan yaitu satu minggu setelah KMANV. Dalam pertemuan ini Presiden Jokowi juga menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa menghadiri KMANV yang dilakukan di Kampung Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 15-19 Maret lalu. Sebanyak 84 orang perwakilan AMAN dan masyarakat adat hadir ke Istana Merdeka.

Dalam pertemuan penting ini, Indonesia Nature Film Society (INFIS) yang sejak awal mendokumentasikan proses KMANV juga ikut ke Istana Merdeka. Mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan di istana.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan beberapa hal penting, seperti mendukung percepatan RUU Masyarakat Adat, menyetujui pembentukan Satgas Masyarakat Adat, meminta AMAN mendorong Bupati untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dan Perda tentang masyarakat adat. Dengan adanya SK dan Perda tersebut, akan mempercepat Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengakui keberadaan hutan adat dan mengeluarkannya dari hutan negara.

Presiden Jokowi meyakini bahwa hutan akan lebih baik ketika dikelola oleh masyarakat adat.  “Lahan yang ada diberikan kepada masyarakat adat itu lebih terjaga, lebih terpelihara, saya meyakini itu” Jelas Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta untuk hindari benturan-benturan di lapangan. Memberikan waktu kepada pemerintah untuk mengupayakan pelepasan lahan yang lebih luas dan menyelesaikan masalah regulasi. Keberadaan Satgas nantinya dapat membantu proses-proses verifikasi lahan untuk dilepaskan. Semakin banyak jumlah area diverifikasi akan semakin baik.

Presiden Jokowi ingin memastikan akses masyarakat adat terhadap kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Memperkuat masyarakat adat di daerah-daerah. Presiden akan melakukan dialog rutin dengan AMAN setiap 3-4 bulan sekali untuk update dan berkoordinasi. Pertemuan ini tentu saja menjadi sinyal baik bagi masyarakat adat. Pemerintah harus mengakui keberadaan masyarakat adat dan memenuhi hak-hak Masyarakat Adat.

No Comments
Post a Comment