INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Kemenangan untuk Rangkong Gading

Home / News & Update  / Kemenangan untuk Rangkong Gading

Indonesia adalah rumah bagi 13 jenis burung rangkong dan 3 di antaranya adalah spesies endemik. Salah satu dari ketiga-belas rangkong itu ada jenis yang paling unik, yaitu Rangkong Gading (Rhinoplax vigil). Burung ini dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, dan sekitar wilayah di Semenanjung Malaya. Sedang di Indonesia sendiri, burung ini dapat kita temui terbang di hutan-hutan Kalimantan dan Sumatera yang masih tersisa.

Rangkong Gading adalah satu-satunya jenis rangkong yang memiliki pelindung kepala yang solid dan kuat. Bagian inilah yang disebut sebagai “gading” yang dimiliki oleh burung ini. Keunikan tersebut sayangnya mendatangkan ancaman untuk satwa eksotis ini. Gading merah (sebutan untuk bagian ini) biasa dijadikan ukiran untuk memenuhi kebutuhan aksesoris eksotis dan barang prestigious di dunia, sehingga memiliki nilai yang amat fantastis. Hal tersebut kemudian menjadikan Rangkong Gading menjadi target perburuan dan perdagangan satwa di dunia. Permintaan yang tinggi terhadap bagian tubuh burung ini datang dari China yang kemudian di distribusikan kembali ke negara-negara Asia Timur, Amerika, bahkan ke Eropa.

Tingginya tingkat perburuan Rangkong Gading membuat keberadaannya semakin terancam. Terbukti dengan naiknya status kepunahan spesies ini secara signifikan dalam IUCN Red List dari near threatened (NT) menjadi critically endangered (CR). Artinya statusnya naik tiga level sekaligus. Selain perburuannya yang tinggi, ancaman lain seperti hilangnya habitat akibat deforestasi yang terjadi, serta karakter Rangkong Gading yang memiliki perkembangbiakan yang lamban juga menjadi faktor penting dari kepunahan spesies ini.

24 September hingga 5 Oktober 2016 lalu telah diadakan COP17 CITES di Johannesburg, Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya Indonesia pada COP tersebut mengajukan proposal untuk memberikan perlindungan penuh dan tegas untuk Rangkong Gading. Proposal tersebut diterima oleh COP17 CITES di tanggal 2 Oktober 2016. Seluruh pihak yang hadir dalam COP17 CITES menyetujui untuk mengadopsi kebijakan dan resolusi yang kuat, serta menyampaikan perlunya upaya konservasi dan langkah-langkah penegakan hukum kepada negara konsumen dan negara asal Rangkong Gading. Hal tersebut dilakukan tentu untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies.

“Ini merupakan sebuah kemenangan besar bagi Rangkong Gading yang telah diburu dan dibunuh dengan kejam untuk diambil gadingnya, sebagaimana yang terjadi pada gajah. Sering kita dengar mengenai krisis gading gajah, dan sekarang sudah saatnya kita mendengar mengenai krisis gading rangkong serta mengambil tindakan untuk menghentikan ini,” ujar Noviar Andayani, direktur Wildlife Conservation Society Indonesia Program.

Status Rangkong Gading sebenarnya dilindungi. Rangkong Gading tercatat dalam daftar Appendix I CITES sejak tahun 1975 bahwa spesies ini tidak boleh diperdagangkan dengan alasan apa pun. Selain itu burung ini pun dibawah perlindungan hukum China dan juga negara-negara di Asia Tenggara. Namun sayangnya praktik perburuan dan perdagangan spesies ini masih terjadi seiring dengan penegakan hukum dan implementasi payung hukum yang tak kunjung kuat.

Data dari laporan Traffic menyebutkan bahwa setidaknya diperkirakan ada sekitar 1.200-27.000 ekor burung Rangkong Gading mati diburu di Kalimantan Barat antara bulan Maret 2012 hingga Agustus 2014.

Resolusi CITES terkait Rangkong Gading ini mendorong semua pihak yang ada di COP17 CITES untuk mengadopsi undang-undang yang komprehensif serta mengawal dan menegaskan penegakan hukum guna menghentikan perburuan dan perdagangan Rangkong Gading. Ini juga mendorong untuk diadakannya kerjasama antar negara yang menjadi habitat burung ini dalam upaya anti perburuan dan monitoring dampak perburuan terhadap populasi. Selain itu Resolusi ini juga mendorong negara-negara terkait untuk membuat dan mengimplementasikan rencana aksi konservasi untuk Rangkong Gading, serta melakukan edukasi kepada publik. Edukasi menjadi penting untuk mereduksi permintaan produk-produk yang menggunakan gading merah serta mempromosikan kepedulian terhadap spesies yang terancam punah ini.

No Comments
Post a Comment