INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Kolonel Kunto; Komandan Satgas Karhutlah Sumsel yang Penuh Inovasi

Home / News & Update  / Kolonel Kunto; Komandan Satgas Karhutlah Sumsel yang Penuh Inovasi

Lahan gambut adalah penyerap karbon paling efektif yang ada di bumi. Indonesia memiliki sebaran lahan gambut yang cukup banyak, salah satunya ada di Sumatera Selatan. Namun sayangnya, akhir-akhir ini banyak terjadi kebakaran di lahan gambut, baik itu karena musim kemarau dan kondisi gambut yang kering, maupun karena dibakar dengan sengaja untuk kepentingan tertentu. Frekuensi terjadinya kebakaran yang tinggi membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan TNI Angkatan Darat membuat Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutlah).

Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo adalah Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutlah) dari Korem 004/Gapo, Sumatera Selatan.  Sebagaimana posisinya menjabat, beliau bertugas memimpin pasukan untuk mengangani kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatera Selatan. Tidak sekedar memberikan komando dan perintah untuk menjaga stabilitas hutan dan lahan di sana, Kolonel Kunto adalah orang yang sangat inovatif dalam melaksanakan tugasnya.

Kolonel Kunto adalah orang di balik ide pembuatan formula pemadam api “Nusantara Gapo 44”, Bios 44, dan Gapo oil 44. Formula pemadam api adalah formulasi dari gabungan beberapa bahan inti yang ketika dipadukan dengan alat tertentu akan berubah menjadi busa dan mampu memadamkan api dalam waktu yang relatif singkat. Kemudian, Bios 44 adalah formula bakteri yang mampu mengubah konstruksi dan kandungan tanah gambut. Inovasi lainnya adalah Gapo oil 44 yang merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan yang terbuat dari limbah oli bekas, limbah kelapa sawit, buah busuk, dan ban bekas.

Idenya untuk menciptakan inovasi-inovasi tersebut muncul karena adanya fenomena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Kemudian adanya hambatan yang dihadapi dia dan pasukannya dalam memadamkan api. Ketergantungan terhadap helikopter juga membuat kebutuhan akan bahan bakar menjadi tinggi. Cara pemadaman yang masih manual menggunakan air juga dirasa masih belum cukup efektif. Hal ini yang membuat dia berpikir untuk menciptakan sesuatu yang mampu mendukung dia dan pasukannya untuk memadamkan api jikalau terjadi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Kondisi lahan gambut pasca kebakaran yang kualitasnya buruk dan tidak produktif juga menggelitik Kolonel Kunto untuk membuat sesuatu yang mampu mengembalikan produktifitas tanah tersebut.

Nah dari kendala-kendala dan permasalahan yang ada itulah saya coba cari solusi dengan menggunakan pendekatan alam, sosial dan teknologi. Dengan prinsip saya ada di depan, cepat didistribusi, dan murah, plus ramah lingkungan” ujar dia.

Inovasi-inovasi itu pun kemudian dia sosialisasikan kepada relawan, media, pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini pun mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta agar inovasi-inovasi ini dipatenkan. Dia sangat bersyukur terhadap respon positif yang diterimanya tersebut.

Kolonel Kunto berpikir bagaimana inovasinya bisa semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi terhadap pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dia juga berharap agar lahan gambut di Sumatera Selatan menjadi lestari dan bisa menebar manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan.

No Comments
Post a Comment