INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Mengulik Peran Pohon melalui Kompetisi

Home / News & Update  / Mengulik Peran Pohon melalui Kompetisi

Pohon berdiri tegak kokoh. Akarnya menembus lapisan tanah, menyelamatkan manusia dari ancaman bahaya banjir dan longsor. Daunnya yang rindang menyejukkan dan mampu menyerap logam berat hasil pembakaran kendaraan bermotor. Buahnya bisa menjadi hidangan untuk manusia dan hewan. Pohon juga berfungsi sebagai bank oksigen. Semakin banyak menanam pohon, semakin banyak oksigen yang tersimpan. Tubuhnya secara keseluruhan memberi manfaat untuk manusia dan hewan. Inilah kemurahan hati pohon yang sering kita lupakan. Manusia harusnya bijaksana dalam berelasi dengan pohon.

Manusia dan pohon harus saling menolong. Pohon menolong kita dari ancaman bencana alam, dan manusia harus menolong memberi ruang untuk pohon hidup. Sayangnya keberadaan pohon kini terancam dengan meningkatnya pembangunan. Semakin sering membangun, semakin banyak pohon yang ditebang. Padahal setiap satu pohon membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh.

Berkaca dari realita yang terjadi, Forest Watch Indonesia (FWI) berkolaborasi dengan Indonesia Nature Film Society (INFIS), Sinemataman, Bogor Cinema, dan Mongabay Indonesia mengadakan lomba film pohon. Lomba ini bertujuan untuk menyadarkan publik betapa berharganya pohon untuk kehidupan.

Lomba film pohon ditargetkan kepada para pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa. Alasannya karena, mereka belum memahami betul akan pentingnya pohon di kehidupan. Oleh karena itu dengan berpartisipasi dalam lomba ini maka mereka akan menggali lagi informasi tentang peran dan pentingnya pohon. Di samping itu, pihak penyelenggara percaya bahwa anak-anak muda lebih kreatif dalam menyampaikan informasi. Adanya sisi kreatif inilah yang membuat cara penyampaian dari karya mereka menjadi tidak bisa ditebak. Hasilnya terbukti banyak film-film yang amat kreatif. Pihak penyelenggara pun tidak menyangka jumlah film yang masuk bisa mencapai 50 film yang dikirim dari Jakarta, Bandung, Jambi, Bali dan kota-kota lain.

Juri dari kompetisi ini terdiri dari tiga orang yang berasal dari INFIS, FWI dan Bogor Cinema. Pada seleksi tahap awal, 50 film tersebut diseleksi menjadi lima film fiksi, dan lima film dokumenter. Film yang terpilih dilanjutkan ketahap penjurian selanjutnya dengan pertimbangan nilai yang terkandung dalam film dan juga dari sisi sinematografi. Sampai akhirnya terpilih tujuh film terbaik yang diumumkan di malam penganugerahan pada 17 Desember 2016 di Taman Ekspresi, Sempur, Bogor. Kategori film dokumenter dimenangkan oleh film Taksu Palemah sebagai pemenang pertama, film Semarang sebagai pemenang kedua, dan film Rimba Kini sebagai pemenang ketiga. Sedangkan kategori film fiksi dimenangkan oleh film Breathe di urutan pertama, film Choose Wisely pada urutan kedua, dan film Baya di posisi ketiga. Terdapat pula pemenang kategori film terfavorit yang dimenangkan oleh film Surga di Sisi Kota.

No Comments
Post a Comment