INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2017 Bupati Bogor Ikut Bongkar Titik Sampah di Puncak Bogor

Home / News & Update  / Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2017 Bupati Bogor Ikut Bongkar Titik Sampah di Puncak Bogor

Terjadinya longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwi Gajah pada 21 Februari 2005 merupakan puncak dari buruknya pengelolaan sampah di Indonesia. Akibat bencana tersebut sekitar 141 orang tewas akibat tertimbun sampah. Musibah ini mengingatkan kita semua akan pentingnya pengelolaan sampah agar tidak menjadi bumerang bagi kita. Untuk mengenang musibah tersebut maka ditetapkan setiap tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Tahun-tahun berikutnya, HPSN dijadikan sebagai momen kerja bakti  nasional untuk membersihkan sampah yang ada di darat, sungai, dan laut secara serempak di berbagai wilayah.

Menyambut HPSN 2017,  Konsorsium Save Puncak mengundang Nurhayanti Bupati Bogor untuk beraksi membongkar titik sampah yang berada di Jembatan Cisampay,  dan Kampung Persit, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Beberapa hari sebelumnya Konsorsium Save Puncak menunjukkan beberapa data titik-titik gunung sampah yang ada di Kawasan Puncak khususnya di Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan. Gunung sampah ini jika terus dibiarkan akan mengancam kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang ada di sekitar gunung sampah tersebut.

Untuk melihat langsung kondisi di lapangan akhirnya Bupati Bogor ingin memperingati HPSN di Puncak. Dihadapan semua pihak, Nurhayanti secara terbuka menyampaikan permasalahan akibat kegiatan pariwisata di Puncak Bogor yang tidak bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkanya menjadi pekerjaan yang cukup berat untuk Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kabupaten Bogor memproduksi sampah hingga 1,2 juta ton per tahun, sementara Pemerintah Kabupaten hanya mampu mengelola 25% saja” paparnya. Nurhayanti juga diajak melihat langsung tumpukan sampah yang ada di Kampung Persit. Sampah-sampah itu menumpuk tepat di bantaran Ciliwung. Tidak jauh dari tumpukan sampah itu terdapat sumber mata air yang masih dimanfaatkan oleh warga.

Melihat kondisi ini, Nurhayanti menyampaikan bahwa bersama Konsorsium Save Puncak akan mencoba mencari solusinya bersama masyarakat yang ada di titik-titik sampah tersebut. Setidaknya awal gerakan akan dimulai dengan lima titik tumpukan sampah. Setelah kunjungan Bupati Bogor, Konsorsium Save Puncak melakukan pertemuan dengan perwakilan warga, Ketua RT, RW dan Kepala Desa Tugu Utara. Disepakati untuk memulai gerakan ini di Kampung Persit, Kampung Cibulao, Kampung Teladan, Kampung Kramat, dan satu lokasi yang belum bisa disebutkan karena harus dilakukan pendekatan terlebih dahulu.

“Alhamdulillah banyak progres yang berhasil diraih untuk mendapatkan kepercayaan pemerintah dan masyarakat di Puncak, ini menjadi langkah yang bagus untuk mengembangkan  kolaborasi dalam  upaya  penanganan sampah di sepanjang hulu Ciliwung” ungkap Ernan  Rustiadi selaku Kordinator Konsorsium Save Puncak.

Mengusung Tema Ayo Bergerak !!! HPSN 2017 berhasil melibatkan 200 relawan yang berasal dari Konsorsium Save Puncak, Eco Village, Indonesia Nature Film Society (INFIS) dan mita-mitra lainya. Kerja keras relawan dalam satu hari berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 4 truk ukuran 8 m3 dan 1 truk tronton ukuran 15 m3 .

No Comments
Post a Comment