INFIS is home to activists who have a passion for documentary films and has concerned to develop and bring the Indonesian richness of nature and culture to the public.

Sudut Inspirasi

Liputan

Newsletter

Follow Us

Hutan Tropis, Suara Merdu untuk Lingkungan

Home / News & Update  / Hutan Tropis, Suara Merdu untuk Lingkungan

Berjuang dan menyuarakan kemerdekaan untuk lahan gambut dan lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tidak hanya melalui aksi dan advokasi langsung ke masyarakat, turun ke jalan, atau bernegosiasi dengan pemerintah menyampaikan aspirasi untuk lingkungan hidup yang lebih baik. Berkarya dengan menyertakan ide-ide tentang kemerdekaan lingkungan juga merupakan salah satu cara efektif, mampu dinikmati oleh semua orang, dan cenderung lebih elegan. Karya yang dibuat pun bisa berbentuk apa pun, baik itu visual, audio, dan juga audiovisual.

Hutan Tropis adalah salah satu contoh dari berjuang untuk lingkungan dengan karyanya. Mereka adalah salah satu band asal Palembang, Sumatera Selatan, yang mulai aktif berkarya menciptakan lagu sejak 2014. Grup ini beranggotakan Jemi Delvian sebagai Vocal–Gitar, dan Herwin Meidison sebagai Gitar–Backing Vocal. Ya mereka adalah band, bukan hutan yang berisi pepohonan.

Nama Hutan Tropis dijadikan nama band karena sumber inspirasi mereka adalah alam. Jemi sang vokalis bercerita kepada INFIS ketika ia masih menjadi mahasiswa di Jogja, dalam setahun ia dua kali pulang kampung ke Desa Bintuhan, Kecamatan Kota Agung, Palembang. “Setiap saya pulang kampung, saya menyaksikan kerusakan lingkungan seperti pembalakan liar, krisis air berkepanjangan yang menyebabkan warga kampung harus berjalan 5 KM untuk mendapatkan akses air bersih, munculnya titik api yang menyebabkan kebakaran hutan yang sering terjadi di Sumatera dan hampir setiap tahun. Melihat itu semua, saya tidak hanya diam menunggu kehancuran, saya harus segera melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dan menyadarkan orang-orang untuk menjaga lingkungan,” tutur Jemi.

Melalui kemahiranya dalam bermusik, Jemi menuliskan lagu yang bertemakan lingkungan. Dalam penulisan lagu, Jemi juga dibantu oleh beberapa penyair lingkungan asal Palembang, Taufik Wijaya. Sesuai dengan nama bandnya, Hutan Tropis sering mendapat undangan untuk manggung di acara-acara lingkungan. Walaupun sebenernya Hutan Tropis tetap membuka diri untuk acara musik yang lebih umum. Melalui Hutan Tropis, Jemi dan Herwin juga mengadakan lokakarya tentang musik kepada pelajar SMA, dan juga aktif memberi edukasi tentang penyelamatan lingkungan kepada warga yang tinggal berbatasan dengan hutan.

Jumlah lagu yang yang tercipta 25 lagu, namun yang telah di publikasi baru 18 lagu. Tujuh lagu yang tersisa masih menunggu untuk dipublikasikan. Hampir seluruh lagu menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan alam, seperti judul Kepak Semesta, Penjaga Belantara, dan Kebun Terakhir.

Selama 1-17 Desember 2016 INFIS membantu pembuatan video klip untuk lagu yang berjudul Balada Bujang Gambut dan Bumi Bukan Hanya Hari Ini. Proses shooting dilaksanakan di lahan gambut dan di sebuah tempat bersejarah di Sumatera Selatan, yaitu situs Talang Tuo.

Melalui bermusik, Hutan Tropis menanamkan harapan yang cukup besar untuk kelestarian lingkungan. Masalah lingkungan tidak boleh dibebankan hanya pada satu pihak, karena setiap individu menanggung tanggung jawab yang sama. Menjaga alam adalah tugas bersama. Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan, melalui seni dan bermusik, Jemi berharap pesan-pesan positifnya lebih mudah diterima dan mudah diingat oleh semua kalangan.

No Comments
Post a Comment