01

Fotografi

Memotret bukan hanya tentang membidik objek yang bagus. Proses mengabadikan dimulai dari cara paling sederhana hingga menghasilkan foto yang menarik dan bisa dinikmati. Kami berkomitmen dalam membuat karya terbaik.

  • Produksi.
  • Fotografi alam.
  • Fotografi budaya.
  • Fotografi satwa liar.
  • Fotografi bawah laut.
02

Videografi

Kami berpengalaman dalam pembuatan konten kreatif tentang Indonesia, terutama tentang manusia, alam, lingkungan dan perubahan yang terjadi.
 
Komitmen kami adalah membuat film berkualitas yang berbasis data agar dapat mendorong perubahan pada usaha pelestarian alam dan budaya Indonesia serta membuka cakrawala masyarakat tentang Indonesia.
 
Dalam setiap proses produksi, kami didukung dengan peralatan profesional dengan teknologi terkini, baik untuk kamera, drone, kamera bawah air dan peralatan produksi lainnya untuk menjamin hasil yang optimal.
 
  • Ide Cerita dan Naskah.
  • Produksi.
  • Filming.
  • Pasca Produksi.
  • Editing Audio dan Dubbing.
 
02

Videografi

Kami berpengalaman dalam pembuatan konten kreatif tentang Indonesia, terutama tentang manusia, alam, lingkungan dan perubahan yang terjadi.
 
Komitmen kami adalah membuat film berkualitas yang berbasis data agar dapat mendorong perubahan pada usaha pelestarian alam dan budaya Indonesia serta membuka cakrawala masyarakat tentang Indonesia.
 
Dalam setiap proses produksi, kami didukung dengan peralatan profesional dengan teknologi terkini, baik untuk kamera, drone, kamera bawah air dan peralatan produksi lainnya untuk menjamin hasil yang optimal.
 
  • Ide Cerita dan Naskah.
  • Produksi.
  • Filming.
  • Pasca Produksi.
  • Editing Audio dan Dubbing.
 

KRU

Tertarik pada nilai yang sama, bukan dari mana asalnya. Dengan latar belakang dan minat yang beragam, kami terus tumbuh dan berproses

Faizal Abdul Aziz
Manajer INFIS
"Faizal Abdul Azis bergabung di INFIS sejak tahun 2013. Sejak kecil, ia tertarik dengan segala hal yang berkaitan dengan alam. Tontonan saat masa kecilnya adalah film-film dokumenter mengenai alam liar di Discovery Channel. Ketertarikan itu terus berlanjut hingga saat ia mengenyam pendidikan di bangku SMP dan SMA, ia mengikuti ekstra kulikuler pecinta alam. Atas dasar ketertarikan itu pula selepas tamat SMA, ia melanjutkan kuliah di jurusan Biologi IPB. Hingga akhirnya ia bergabung di lNFIS. Di INFIS ia bertanggungjawab sebagai videographer. Mulai dari menyutradarai film, mengoperasikan kamera, editor, hingga pilot drone. Di samping mengerjakan berbagai proyek INFIS lainnya, ia juga sibuk dengan proyek Leuser Film. Hal yang menurutnya berharga selama bekerja bersama INFIS adalah melakukan perjalanan ke lokasi shooting. Lewat perjalanan ke berbagai daerah tersebut ia bisa mendapatkan banyak pelajaran baru dan berinteraksi dengan narasumber. Selain itu ia juga berkesempatan untuk mendokumentasikan kehidupan alam liar yang membuatnya kagum. Ia berharap suatu saat bisa menjadi filmmaker yang bisa menghasilkan karya mendunia."
Anwar Fachrudin
Sutradara, Penulis Naskah, Kameramen
"Anwar Fachrudin bergabung di INFIS sejak tahun 2015. Pria yang akrab disapa Jabrig ini memulai proyek filmnya pada tahun 2014. Di INFIS ia bertanggungjawab sebagai penulis sekaligus sutradara. Sebelum bergabung bersama INFIS, ia terlibat di beberapa komunitas film. Diantaranya sebagai pendiri Video Kampong Community, Forum Sineas Batang, Saung Film dan Sinema Taman. Di sela kesibukannya, ia juga mengajar ektra kulikuler di beberapa sekolah di Kabupaten Batang. Menurutnya, kamera membawanya dałam pencarian jati diri. Dalam memproduksi film, ia bertemu dengan banyak orang. Mulai dari orang biasa hingga Presiden. Perjumpaan-perjumpaan tersebut memberikannya pembelajaran berharga yang pada akhirnya ia bagikan dalam medium film. Baginya film adalah alat untuk membagikan kegelisahan serta pertanyaan-pertanyaan atas beragam persoalan hingga fenomena sosial yang ada di sekitarnya. Profesi yang ia jalani saat ini mengharuskannya untuk terus belajar banyak hal baru dan lebih progresif. Ia berharap di masa mendatang bisa memproduksi film panjang pertamanya."
Agus Kusnadi
Videografer, Editor
"Agus Kusnadi bergabung di INFIS sejak tahun 2017. ia menamatkan pendidikan di SMK jurusan Multimedia di tahun 2016. Setelah itu ia magang di INFIS selama enam bulan, sebelum akhirnya direkrut menjadi staf. Di lembaga ini, ia bertugas sebagai videographer dan editor. Pria asal Cianjur ini lahir tepat saat Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke 52, yakni 17 Agustus 1997. Ia mengaku senang bergabung bersama INFIS. Apalagi sejak lama ia juga mempunyai ketertarikan pada bidang fotografi dan videografi, khususnya film dokumenter. Dengan bergabung menjadi bagian dari INFIS, memberikannya banyak pengalaman yang menarik. Seperti bertemu dengan orang dengan status sosial yang berbeda, budaya, dan lingkungan. Menurutnya, menyuarakan isu penyelamatan lingkungan dan sumber daya alam menjadi hal yang sangat penting untuk disampaikan kepada khalayak ramai. Untuk memperdalam ilmu terkait hal tersebut, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan Kehutanan. Hal yang menjadi fokus pekerjaannya di INFIS diantaranya mendokumentasikan proyek MRT Jakarta dan Sampoerna Kayoe. Ia bertanggungjawab mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, hingga proses penyuntingan. Ia berharap bisa terus menghasilkan karya yang bermanfaat, berdampak terhadap kehidupan manusia, dan lingkungan."
Khairul Abdi
Fotografer, Videografer, Editor
"Khairul Abdi bergabung di INFIS sejak 2018. Pria yang akrab disapa Irul itu mengaku sejak dulu memang mempunyai kepedulian terhadap berbagai isu lingkungan, masyarakat adat dan satwa liar. Hal ini pula yang mendasarinya untuk bergabung bersama INFIS. Menyuarakan isu tersebut melalui medium audio visual menurutnya sangat penting sehingga khalayak sadar akan apa yang ia suarakan. Di INFIS, ia bekerja di bagian produksi film dan foto dokumenter. Pria lulusan SMA ini menggemari olahraga dan berpetualang di alam liar, terutama di hutan. Saat ini pria berzodiak Aquarius ini sedang fokus mengerjakan proyek film yang akan diikutsertakan dalam festival film dunia. Film tersebut mengangkat berbagai persoalan yang ada di ekosistem Leuser. Sebelum bergabung bersama INFIS, Irul sempat bekerja sebagai staf Campaign Awareness di Orangutan Information Center (YOSL-OIC). Saat itu tugasnya adalah mengedukasi siswa-siswa sekolah yang ada di Gayo Lues terkait pentingnya menjaga hutan, satwa dan segala hal yang ada di dalamnya. Ia juga tertarik untuk membuat film dan foto dengan tema spesifik, yakni tentang deforestasi, masyarakat adat dan perdagangan satwa liar di Indonesia."
Aristyawan Cahyo Adi
Videografer, Editor
"Aristyawan Cahyo Adi bergabung bersama INFIS sejak Oktober 2016. Pria yang akrab disapa Aris ini sejak lama memang mempunyai ketertarikan pada dunia videografi. Selain itu, ia juga menggemari otomotif dan aktivitas di luar ruangan. Di INFIS, ia bertanggungjawab sebagai camera person dan editor. Jenjang pendidikan terakhir yang ia jalani yakni jurusan ekowisata di IPB. Bergabung bersama tim INFIS menurutnya memberikan banyak kesempatan yang menarik. Ia banyak belajar dan menemukan berbagai isu baru terkait dunia film, mengenal dan berinteraksi dengan banyak orang baru di setiap lokasi yang ia kunjungi saat ke lapangan. Ilmu yang ia dapatkan, dengan senang hati dibagikan kepada orang lain melalui diskusi berbagai pengalaman yang ia alami. Hal yang menjadi kesukaannya saat terlibat dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan hutan, satwa liar dan masyarakat di berbagai daerah. Lewat karya-karya yang sudah ia hasilkan, ia berharap bisa menjadi orang yang bermanfaat."
Kayis Fathin
Videografer, Editor
"Kayis Fathin bergabung bersama INFIS sejak tahun 2018. Pria berusia 25 tahun ini, mengaku sederhana dan selalu haus akan ilmu pengetahuan. Di sela kesibukannya sebagai videografer, saat ini ia sedang berjuang untuk menyelesaikan studinya. Ia berharap bisa lulus dengan predikat di atas ekspektasi. Hal yang menjadi tanggungjawabnya di INFIS adalah segala hal yang berkaitan dengan pembuatan film. Dimulai dengan menyutradarai film, mengambil gambar, hingga menyunting film. Harapan terbesarnya, suatu saat ia bisa meraih penghargaan Oscar. Motto hidupnya adalah everyday is a challenge."
Bima Satria Yudha
Videografer, Editor
"Bima Satria Yudha bergabung bersama INFIS sejak Desember 2021. Sebelumnya, ia bekerja sebagai staf advokasi WALHI Bengkulu. Ia pernah terlibat mengadvokasi serta mendokumentasikan berbagai persoalan yang terjadi di berbagai wilayah yang berbatasan dengan Bukit Barisan. Saat ini ia sedang mengerjakan beberapa film dokumenter yang berkaitan dengan masyarakat adat. Diantaranya tentang upaya pelestarian Gunung Sahendaruman di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, masyarakat adat Sanggar di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, serta cerita dari lereng gunung Tambora. Melalui film dokumenter yang ia produksi, ia berharap dapat berbagi informasi-informasi positif tentang keragaman dan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Dari unsur manusianya, tentang kearifan-kearifan lokal yang diwarisakan dari leluhur dan menjadi pedoman hidup masyarakat dalam membangun hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan. Kemudian kekayaan alam dari gunung dan laut yang dengan berbagai macam keragaman biodiversitynya. Tentunya dengan bekal pengetahuan yang cukup sehingga informasi-informasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui audio-visual."